Visualisasi Miskonsepsi
Matematika SMP
Media interaktif pengganti PhET untuk meluruskan miskonsepsi pada Bilangan Bulat, Bilangan Rasional, dan Bentuk Aljabar[cite: 2].
1Bilangan Bulat
Tanda minus memiliki peran ganda: sebagai "kata kerja" (pengurangan) atau "kata sifat" (bilangan di bawah nol)[cite: 2].
Miskonsepsi: Pada soal 8 - (-5), siswa bingung dengan tumpukan garis dan menghapus salah satunya menjadi 8 - 5 = 3[cite: 2].
Konsep: Mengurangi atau mengambil hutang sama dengan memberikan keuntungan, sehingga menjadi 8 + 5 = 13[cite: 2].
2Bilangan Rasional
Membandingkan pecahan memerlukan pemahaman proporsi, bukan sekadar melihat selisih angka[cite: 2].
Miskonsepsi: Siswa menganggap 3/4 = 4/5 karena keduanya memiliki selisih persis 1 antara pembilang dan penyebutnya[cite: 2].
Konsep: Pecahan adalah proporsi. Jika disamakan penyebutnya (KPK), 3/4 menjadi 15/20 dan 4/5 menjadi 16/20, membuktikan 3/4 < 4/5[cite: 2].
3Bentuk Aljabar
Bentuk aljabar adalah gabungan angka dan huruf, dipisahkan oleh penjumlahan atau pengurangan[cite: 2].
Miskonsepsi: Pada bentuk 5x - 7, siswa menyebut konstantanya 7 dan suku-sukunya 5x dan 7[cite: 2].
Konsep: Tanda negatif adalah identitas angka di belakangnya. Suku-sukunya adalah 5x dan -7, dan konstantanya adalah -7[cite: 2].